Ayo Bantu Donasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Leli/Osrita kalah pada laga ketiga para tenis meja ganda putri WD10

Published 22/10/2026 · Updated 22/10/2026 · By Dian Hidayat - ayobantudonasi.com

Foto : Dian Hidayat - ayobantudonasi.com

Leli/Osrita Belum Mampu Hentikan Korea Selatan di Grup A WD10

Ayobantudonasi.com – Pasangan para tenis meja Indonesia, Leli Marlina dan Osrita Muslim, kembali menghadapi hasil berat dalam persaingan ganda putri kelas WD10 Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Dalam pertandingan ketiga Grup A di Sky Hall Toyota, Jepang, Kamis, wakil Indonesia takluk 0-3 dari pasangan Korea Selatan Lee Migyu/Jung Young-a.

Leli/Osrita kalah dengan skor 4-11, 5-11, dan 9-11. Dua gim awal memperlihatkan dominasi pasangan Korea Selatan yang mampu membangun keunggulan sejak awal reli. Indonesia kemudian menunjukkan peningkatan permainan pada gim ketiga, tetapi upaya tersebut belum cukup untuk membawa laga ke gim keempat.

Perlawanan pada Gim Ketiga

Gim ketiga menjadi bagian paling kompetitif bagi Leli/Osrita dalam duel tersebut. Mereka sempat menjaga peluang untuk memangkas ketertinggalan dan memperpanjang pertandingan. Namun, Lee Migyu/Jung Young-a tetap tenang pada momen penentuan sehingga perolehan Indonesia berhenti pada sembilan angka.

Kekalahan tiga gim langsung itu membuat Indonesia belum dapat meraih poin kemenangan di Grup A. Selisih skor pada dua gim pertama juga menggambarkan tantangan besar yang dihadapi Leli/Osrita saat berhadapan dengan pasangan berpengalaman dari Korea Selatan.

Dalam nomor ganda, konsistensi komunikasi dan ketepatan menempatkan bola menjadi unsur penting karena kesalahan kecil dapat segera dimanfaatkan lawan. Pada laga ini, pasangan Korea Selatan berhasil mempertahankan tekanan, sedangkan Leli/Osrita belum menemukan ritme yang cukup stabil untuk membalikkan keadaan.

Tiga Kekalahan Beruntun

Hasil melawan Korea Selatan memperpanjang rentetan kekalahan Leli/Osrita menjadi tiga pertandingan. Pada pertandingan sebelumnya yang berlangsung Kamis pagi, mereka juga kalah 0-3 dari duet Thailand, Wijittra Jaion/Wassana Sringam.

Laga kontra Thailand berakhir dengan skor 1-11, 4-11, 2-11. Thailand tampil efektif dalam setiap gim dan tidak memberi banyak ruang bagi pasangan Merah Putih untuk mengembangkan permainan. Jarak angka yang terbentuk pada pertandingan itu menjadi hambatan besar bagi Indonesia untuk menciptakan momentum.

Sebelumnya, pada laga pembuka Rabu (21/10), Leli/Osrita menghadapi wakil China, Bian Zhang/Miao Zhang. Indonesia kembali harus mengakui keunggulan lawan lewat skor 0-3, dengan angka 6-11, 9-11, dan 4-11.

Gim kedua saat menghadapi China menjadi salah satu momen ketika Leli/Osrita mampu memberi tekanan lebih kuat. Mereka mengumpulkan sembilan angka, meski pada akhirnya pasangan Zhang tetap menutup pertandingan dalam tiga gim. Tiga hasil tersebut membuat peluang Indonesia untuk menembus fase gugur sekaligus perburuan medali telah tertutup.

Masih Ada Laga Terakhir

Meski tidak lagi berpeluang melaju, perjalanan Leli Marlina/Osrita Muslim di fase grup belum sepenuhnya selesai. Mereka masih dijadwalkan menjalani pertandingan keempat pada Jumat (23/10) melawan pasangan Kuwait, Fajer Alkhalaf/Ahad Alrasheedi.

Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menutup fase grup dengan penampilan yang lebih baik serta memperbaiki posisi akhir klasemen. Kuwait juga belum memperoleh kemenangan setelah menjalani tiga laga, sehingga duel terakhir akan menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk memburu hasil positif.

Menjelang pertandingan terakhir, China mencatat rekor 3-1. Thailand berada dalam posisi kuat dengan tiga kemenangan tanpa kekalahan, sementara Korea Selatan mengoleksi catatan 2-1. Indonesia dan Kuwait sama-sama memiliki rekor 0-3.

Selain China, empat negara lain di Grup A masih mempunyai satu pertandingan tersisa. Situasi tersebut membuat laga terakhir tetap penting, bukan hanya bagi susunan klasemen akhir, tetapi juga sebagai kesempatan setiap pasangan untuk memperlihatkan daya juang hingga pertandingan terakhir.

Bagi Leli dan Osrita, duel melawan Kuwait akan menjadi ruang untuk menerapkan pelajaran dari tiga laga sebelumnya. Mereka telah bertemu tiga pasangan dari negara berbeda dengan karakter permainan yang tidak sama, mulai dari China, Thailand, hingga Korea Selatan. Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk tampil lebih tenang dan lebih efektif pada pertandingan penutup.

Walaupun hasil di tiga pertandingan awal belum berpihak kepada Indonesia, Leli/Osrita tetap menyelesaikan rangkaian fase grup dengan satu kesempatan tersisa. Pertandingan Jumat akan menentukan posisi akhir mereka di Grup A nomor ganda putri WD10 Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Leli Osrita kalah pada laga ketiga?

Leli Osrita kalah pada laga ketiga is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Leli Osrita kalah pada laga ketiga matter?

Leli Osrita kalah pada laga ketiga matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.