Ayo Bantu Donasi
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

KOI ajak Bhutan ikut serta dalam peta persaingan SEA Plus 2029

Published 19/09/2026 · Updated 19/09/2026 · By Sari Saputra - ayobantudonasi.com

Foto : Sari Saputra - ayobantudonasi.com

KOI Dorong Bhutan Masuk Agenda SEA Plus Youth Games 2029

Ayobantudonasi.com – Komite Olimpiade Indonesia (KOI) membuka peluang mengundang Bhutan untuk terlibat dalam SEA Plus Youth Games 2029 apabila Indonesia memperoleh persetujuan menjadi tuan rumah. Gagasan itu mencerminkan keinginan Indonesia memperluas jejaring olahraga kawasan melalui kompetisi usia muda yang disiapkan sebagai jalur pembinaan menuju panggung Olimpiade.

Ketua KOI Raja Sapta Oktohari menyampaikan komitmen tersebut saat berada di Nagoya, Jepang, pada Sabtu. Bhutan dipandang memiliki hubungan yang dekat dengan Indonesia dalam aktivitas olahraga, termasuk dukungan yang kerap terjalin pada berbagai kegiatan internasional.

“Bhutan merupakan salah negara sahabat yang dekat dengan kita di bidang olahraga. Di setiap event kami sering saling support , apalagi ada inisiatif untuk SEA Plus,” tutur Okto.

Ajang Remaja dengan Cakupan Lebih Luas

SEA Plus Youth Games dirancang sebagai kompetisi multievent bagi atlet remaja dari Asia Tenggara dan wilayah di sekitarnya. Fokus utamanya ialah memberi ruang kompetisi bagi talenta muda agar perkembangan mereka dapat diarahkan menuju level yang lebih tinggi, termasuk Olimpiade.

Konsep “Plus” memberi arti penting dalam rencana tersebut. Ajang ini tidak hanya menempatkan negara-negara Asia Tenggara sebagai peserta utama, tetapi juga membuka kemungkinan keterlibatan negara dari kawasan sekitar. Dalam kerangka itu, Bhutan menjadi salah satu negara yang ingin dirangkul KOI pada edisi 2029.

Partisipasi negara undangan dapat memperkaya pengalaman bertanding atlet muda. Mereka akan menghadapi lawan dengan latar pembinaan, karakter kompetisi, serta pengalaman internasional yang beragam. Bagi penyelenggara, kehadiran peserta tambahan juga berpotensi memperluas hubungan antarkomite olimpiade dan memperkuat nilai persahabatan melalui olahraga.

Meski inisiatif SEA Plus berasal dari NOC Indonesia, pelaksanaan perdana kompetisi ini dijadwalkan berlangsung di Manila, Filipina, pada 2027. Karena itu, rencana Bhutan tampil dalam peta persaingan SEA Plus belum dapat diwujudkan pada edisi awal tersebut.

Kesempatan berikutnya mengarah ke 2029, ketika Indonesia tengah menyiapkan pencalonan sebagai tuan rumah. Status tuan rumah menjadi faktor penting karena akan memungkinkan KOI mengembangkan format partisipasi, termasuk mengundang Bhutan dalam ajang multicabang itu.

“Kami akan coba komunikasi dengan pemerintah, apabila disetujui 2029 kita bisa menjadi tuan rumah untuk SEA Plus,” kata Okto.

Pertemuan di Rumah Indonesia

Kedekatan kedua negara juga tampak dalam peresmian Rumah Indonesia di kawasan Sakaemachi, Nagoya. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu itu dihadiri Ketua Komite Olimpiade Bhutan atau BOC, Pangeran Jigyel Ugyen Wangchuck.

Dalam acara tersebut, Pangeran Jigyel Ugyen Wangchuck menerima potongan tumpeng dari Chef de Mission Kontingen Indonesia, Todotua Pasaribu. Momen itu menjadi bagian dari interaksi antarpengurus olahraga dua negara di sela agenda Indonesia di Nagoya.

KOI dan BOC turut menggunakan pertemuan tersebut untuk membicarakan peluang kolaborasi yang dapat mendukung kemajuan sektor olahraga di Indonesia dan Bhutan. Pembicaraan mengenai kerja sama memperlihatkan bahwa hubungan kedua pihak tidak hanya berkaitan dengan satu agenda kompetisi.

Bagi Indonesia, penguatan komunikasi dengan komite olimpiade negara lain memiliki nilai strategis dalam pengembangan olahraga. Hubungan seperti ini dapat menjadi wadah bertukar gagasan tentang pembinaan atlet, penyelenggaraan kegiatan, serta perluasan kesempatan kompetisi bagi atlet muda.

Untuk Bhutan, undangan ke ajang seperti SEA Plus Youth Games dapat membuka peluang keterlibatan dalam lingkungan kompetisi yang lebih luas di kawasan. Sementara bagi Indonesia, kehadiran negara sahabat dalam event yang direncanakan akan menegaskan semangat kolaborasi di balik penyelenggaraan kompetisi tersebut.

Menanti Keputusan Tuan Rumah

Rencana mengikutsertakan Bhutan tetap bergantung pada proses komunikasi dan persetujuan terkait pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah SEA Plus Youth Games 2029. Tahap ini menjadi penentu sebelum konsep peserta undangan dapat diterjemahkan ke dalam persiapan resmi.

Apabila Indonesia akhirnya dipercaya menggelar ajang itu, SEA Plus Youth Games 2029 berpotensi menjadi ruang bagi atlet remaja untuk membangun pengalaman bertanding lintas negara sejak dini. Rencana KOI mengajak Bhutan memperlihatkan arah penyelenggaraan yang menempatkan persaingan olahraga sekaligus hubungan persahabatan sebagai unsur yang saling melengkapi.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is KOI ajak Bhutan ikut serta?

KOI ajak Bhutan ikut serta is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does KOI ajak Bhutan ikut serta matter?

KOI ajak Bhutan ikut serta matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.