Special Plan: Anak pekerja migran di Malaysia pimpin upacara Hardiknas di Jakarta
Kehadiran Anak Pekerja Migran di Upacara Hardiknas Menjadi Sorotan
Special Plan yang terus berjalan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI). Kali ini, program tersebut menemukan wujudnya melalui kiprah seorang remaja berbakat, Alokh Abhimanyu, yang memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Senayan, Jakarta, pada hari Sabtu. Peristiwa ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak PMI tidak hanya mengubah nasib individu, tetapi juga menjadi bagian dari kebanggaan nasional.
Kisah Alokh: Remaja PMI yang Menginspirasi
Alokh, putra dari Mei Yarnie Sabhihoen, seorang buruh di Malaysia, menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mengikuti pendidikan. Ia menyelesaikan sekolah menengah pertama di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) sebelum melanjutkan studinya di SMKS Penerbangan AAG Adi Sucipto, Yogyakarta. Melalui Special Plan, Alokh diberikan kesempatan untuk berkembang secara akademik, sekaligus menjadi contoh nyata ketekunan dan prestasi anak PMI.
Partisipasi Alokh dalam upacara Hardiknas tidak terlepas dari Program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) angkatan 2024, yang menjadi bagian dari Special Plan. Program ini bertujuan memperluas akses pendidikan bagi siswa dari keluarga pekerja migran, terutama di wilayah 3T, Repatriasi, dan Papua. Dengan dukungan dari ADEM, Alokh berhasil memperlihatkan kemampuannya sebagai wakil dari Wilayah DIY, di mana ia dipilih sebagai pemimpin upacara setelah melalui seleksi ketat.
“Saya berusaha tampil sebaik mungkin, karena saya sadar, membawa nama baik SIKL, SMKS Penerbangan AAG Adi Sucipto, dan juga nama baik ADEM Repatriasi,” ujar Alokh, saat mengungkapkan rasa bangganya.
Kehadiran Alokh di Jakarta menjadi momentum penting bagi ibunya, Mei Yarnie Sabhihoen, yang terus mendorong anaknya dalam setiap langkah pendidikan. Dukungan keluarga dan lingkungan sekolah menjadi fondasi utama untuk mewujudkan mimpi Alokh, yang akhirnya terwujud melalui Special Plan. “Saya terharu melihat Alokh bisa sampai sejauh ini, dia bisa tampil bersama siswa-siswa yang lain di momen yang kami tak pernah bayangkan sebelum ini,” ungkap Mei.
Arti Upacara untuk Anak Pekerja Migran
Kemendikdasmen memilih siswa penerima beasiswa ADEM untuk menghadiri upacara Hardiknas, sebagai bentuk apresiasi terhadap peran pendidikan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pemilihan ini tidak hanya berbasis prestasi akademik, tetapi juga keseriusan dalam berpartisipasi secara aktif di lingkungan sekolah. Alokh, yang dikenal sebagai siswa aktif, terbukti mampu memenuhi standar ini dengan baik. Selain menjadi anggota OSIS, ia juga aktif dalam kegiatan Paskibra dan berbagai ekstrakurikuler lainnya, menunjukkan komitmen untuk berkembang secara holistik.
Upacara tahun ini berlangsung lancar dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.” Tema ini mencerminkan visi Kemendikdasmen dalam menyatukan peran semua pihak, termasuk individu dari latar belakang yang beragam, untuk menciptakan sistem pendidikan yang inklusif. Kehadiran Alokh dan rekan-rekannya dalam upacara ini menjadi bukti bahwa anak-anak PMI memiliki potensi besar untuk berkontribusi di berbagai bidang.
“Saya berharap ini menjadi motivasi bagi teman-teman yang lain, bahwa pendidikan bisa mengubah nasib,” tambah Alokh, menyoroti pentingnya kesempatan yang diberikan melalui Special Plan.
Special Plan telah membuka peluang baru bagi anak pekerja migran, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan keberhasilan Alokh, program ini semakin membuktikan bahwa pendidikan bisa menjadi jembatan bagi anak-anak yang menghabiskan waktu di Malaysia. Selain itu, partisipasi anak PMI dalam acara nasional seperti Hardiknas juga menguatkan keberagaman dalam pemimpin upacara, yang selama ini dianggap sebagai bentuk kehormatan tertinggi.
