Program Terbaru: Bahlil ingatkan seluruh kader Golkar untuk jaga keutuhan partai

Bahlil ingatkan seluruh kader Golkar untuk jaga keutuhan partai

Di Jakarta, ketua umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menilai perbedaan pendapat dalam proses pengambilan keputusan di lingkungan partai adalah hal yang alami. Ia menekankan bahwa selisih pandangan dalam pemilihan ketua tidak boleh menyebabkan konflik yang memecah belah. “Perbedaan dukungan tidak boleh menjadi alasan untuk membuang kader yang memiliki kontribusi bagi partai,” ujar Bahlil dalam siaran pers, Senin.

Musda VI Malut: Momentum strategis untuk konsolidasi

Keterangan tersebut disampaikan Bahlil saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI Partai Golkar di Maluku Utara (Malut), yang berlangsung di Ternate. Pria kelahiran Banda, Maluku Tengah, menggarisbawahi bahwa acara ini bukan sekadar rutinitas, melainkan kesempatan penting untuk memperkuat persatuan dan menyiapkan langkah penguatan partai.

“Dari pertemuan ini, akan muncul ide-ide, strategi, dan pemimpin yang siap menghadapi tantangan masa kini,” kata Bahlil, yang juga menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Bahlil menegaskan bahwa Partai Golkar harus terus menjadi pihak yang memberikan solusi konkret kepada masyarakat. Ia menyoroti upaya menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan di wilayah. “Partai Golkar adalah milik seluruh rakyat Indonesia yang mencintai tanah air, bukan satu kelompok atau keluarga tertentu,” lanjutnya.

Dalam Musda, Alien Mus terpilih kembali sebagai Ketua DPD Partai Golkar Malut secara aklamasi. Menanggapi kepercayaan tersebut, Alien Mus menyampaikan rasa terima kasih kepada Ketum Golkar dan rombongan DPP yang hadir langsung di Ternate, seperti Sekjen Muhammad Sarmuji, Bendahara Umum Sari Yuliati, dan Waketum Wihaji.

“Kehadiran Ketum Bahlil menjadi motivasi besar bagi seluruh kader di daerah,” tutur Alien Mus.

Alien mengajak seluruh anggota partai di Malut untuk melupakan perbedaan pilihan yang muncul selama musyawarah dan kembali bersatu guna memperkuat posisi Golkar. “Musda ini adalah sarana memperkuat soliditas dan merumuskan langkah strategis, terutama dalam menghadapi tantangan politik ke depan,” tambahnya.