Hasil Pertemuan: Pendopo Tulungagung ditutup setelah OTT KPK
Pendopo Tulungagung Ditutup Usai Operasi Tangkap Tangan KPK
Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah pintu gerbang pendopo yang juga berfungsi sebagai tempat tinggal bupati ditutup secara permanen. Penutupan ini terjadi beberapa hari setelah operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengguncang pemerintahan setempat.
Sejak Jumat (10/4) sore, akses ke pendopo dibatasi tanpa adanya pemberitahuan resmi. Hal ini terjadi setelah Bupati Gatut Sunu Wibowo ditangkap dalam OTT yang berlangsung beberapa hari sebelumnya. Pihak pengelola tidak memberikan izin kepada siapa pun untuk memasuki area tersebut, termasuk saat acara Car Free Day (CFD) yang biasanya dibuka untuk publik.
Pengunjung Terpaksa Terhalang
Kebiasaan masyarakat mengakses fasilitas umum di pendopo, seperti taman rusa dan kebun binatang mini, terganggu selama penutupan. Bagus, salah satu warga, menyatakan kekecewaannya karena tidak bisa masuk ke area tersebut meski telah datang bersama keluarga. “Biasanya akses dibuka pagi hari, tapi saat tiba, gerbang masih tertutup,” katanya.
“Biasanya sudah dibuka pagi, tapi saat datang masih tertutup,” ujarnya.
Pendopo selama ini dianggap sebagai ruang publik yang digunakan masyarakat untuk rekreasi serta pertemuan sosial. Penutupan akses tanpa informasi resmi dinilai mengganggu penggunaan fasilitas yang ada, khususnya pada hari libur atau akhir pekan.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan dari pihak terkait mengenai alasan penutupan atau jadwal pembukaan kembali. Masyarakat mengharapkan pihak pengelola tetap menjaga transparansi dalam menyampaikan informasi serta memastikan layanan publik berjalan lancar.
