Rencana Khusus: Tampil tanpa beban jadi kunci Agassi menangi 3-Point Contest IBL 2026
Tampil Tanpa Beban Jadi Kunci Agassi Menangi 3-Point Contest IBL 2026
Bandung, Jawa Barat – Pebasket Pelita Jaya Jakarta, Agassi Yeshe Goantara, berhasil menang dalam ajang 3-Point Contest Indonesian Basketball League (IBL) 2026 yang diadakan di Bandung Arena, Kota Bandung, Sabtu (11/4) malam. Pemain yang juga menjadi andalan tim nasional Indonesia ini menjelaskan bahwa sikap rileks dan kepercayaan diri menjadi faktor utama dalam kemenangan tersebut.
“Sebenarnya pas putaran pertama bolanya banyak masuk juga tidak menyangka, soalnya tadi pas latihan pagi-pagi kayak enggak masuk-masuk, jadi sempat mikir, ya sudah tampil lepas saja, yakin saja,” kata Agassi usai pertandingan.
Guard asal Pelita Jaya Jakarta ini menjelaskan bahwa pendekatan mental untuk tampil tanpa tekanan justru memberinya kekuatan tambahan dalam fokus melepaskan tembakan. Ia mengungkapkan bahwa konsentrasi menjadi elemen penting untuk menjaga kualitas performa di tengah antusiasme penonton yang memenuhi arena.
Agassi mengatakan dirinya tetap merasakan kegaduhan atmosfer di lapangan, tetapi memutuskan untuk tidak mengungkapkannya secara terbuka. Ia berusaha menganggap gangguan tersebut sebagai bagian dari kompetisi yang tidak mengurangi kemampuan bermainnya.
Dalam babak final, Agassi mencetak 26 poin melawan Jordan Ivy-Curry dari Satria Muda Pertamina Bandung, yang meraih 22 poin. Kemenangan ini memungkinkan point guard Pelita Jaya merebut gelar raja tembakan tiga angka dari Abraham Damar Grahita, pemain Satria Muda Pertamina yang sukses memenangkan gelar sebagai juara IBL 2025.
Ajang tersebut melibatkan lima peserta, meliputi Jordan Ivy-Curry dan Sandy Ibrahim Azis dari Satria Muda Pertamina Bandung, Daniel Salamena (RANS Simba Bogor), Agassi Yeshe Goantara (Pelita Jaya Jakarta), serta Jeantal Cylla (Tangerang Hawks Basketball). Dalam babak penyisihan, Ivy-Curry mengoleksi 21 poin, Salamena 11 poin, Agassi 29 poin, Cylla 17 poin, dan Sandy 18 poin.
Agassi tidak melakukan latihan khusus sebelum kompetisi. Ia hanya berlatih singkat bersama rekan satu tim, termasuk Andakara Prastawa Dhyaksa, salah satu penembak tiga angka terbaik IBL, untuk memperkuat ritme permainannya.
