Pembahasan Penting: Bappenas: Pulau Penyengat berpotensi besar jadi kawasan sejarah-budaya

Bappenas: Pulau Penyengat Menawarkan Prospek Besar Sebagai Kawasan Budaya dan Sejarah

Tanjungpinang, Jumat – Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas RI, Medrilzam, menyampaikan bahwa Pulau Penyengat memiliki peluang besar untuk dijadikan kawasan berbasis sejarah dan budaya di Provinsi Kepulauan Riau. “Pulau ini dapat dikembangkan menjadi sumber kekuatan ekonomi lokal,” ujarnya saat melakukan kunjungan ke pulau tersebut.

Selama kunjungan tersebut, Medrilzam didampingi oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dan timnya. Mereka menggunakan kendaraan roda dua bertenaga listrik untuk mengunjungi berbagai lokasi bersejarah, seperti Makam Engku Puteri, Makam Raja Ali Haji, serta Balai Adat Penyengat.

“Pulau ini bisa dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi daerah,” kata Medrilzam saat berkunjung ke Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Jumat.

Medrilzam mengapresiasi upaya Pemprov Kepri dalam menjaga keaslian dan mengawetkan kawasan bersejarah. Ia menyatakan bahwa Bappenas akan mendorong studi lanjutan untuk memperkuat strategi pengembangan Pulau Penyengat di masa depan.

“Kita akan dorong perencanaan yang tepat agar manfaat ekonominya terasa, tanpa menghilangkan nilai autentik yang dimiliki oleh Penyengat,” tambahnya.

Ansar Ahmad, Gubernur Kepri, mengapresiasi kunjungan Deputi Bappenas sebagai upaya evaluasi langsung potensi pengembangan kawasan bersejarah dan budaya di Kepri, terutama di Pulau Penyengat. “Pulau Penyengat merupakan warisan penting peradaban Melayu yang harus terus dilestarikan,” ujarnya.

Pemprov Kepri berharap kerja sama dengan pemerintah pusat melalui Bappenas untuk memperkuat pengembangan kawasan tersebut secara berkelanjutan, termasuk dalam hal infrastruktur dan pelestarian budaya. Dukungan ini diharapkan mendorong pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Penyengat, sehingga menjadi destinasi yang lebih menarik bagi wisatawan lokal dan internasional.