Strategi Penting: APJATEL tetap berkomitmen gelar jaringan fiber optik meski biaya naik
APJATEL Lanjutkan Pekerjaan Jaringan Fiber Optik Meski Kenaikan Biaya
Jakarta – Jerry Mangansas Swandy, Ketua Umum Asosiasi Jaringan Penyelenggara Telekomunikasi (APJATEL), mengungkapkan bahwa sektor telekomunikasi masih berupaya membangun jaringan fiber optik, meski ada kenaikan biaya akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Regulasi Menjadi Dasar Komitmen
Dalam wawancara di Jakarta Selatan, Jerry menyatakan bahwa keputusan untuk mengembangkan jaringan fiber optik didasarkan pada aturan yang berlaku. “Menurut Peraturan Menteri Kominfo nomor 5 tahun 2021, penyelenggara jaringan wajib membangun infrastruktur tersebut,” ujarnya.
“Namun, saat ini pengembangan jaringan tidak berlangsung dalam kondisi ideal karena adanya faktor-faktor yang memengaruhi biaya,” tambah Jerry.
Kenaikan Harga Bahan Baku
Menurut Jerry, bahan utama seperti Corning dan High Density Polyethylene (HDPE) mengalami kenaikan harga akibat situasi perang. “Corning digunakan bukan hanya untuk jaringan telekomunikasi, tetapi juga dalam produksi senjata,” jelasnya.
“HDPE, yang berfungsi sebagai pelindung kabel fiber optik, juga mengalami kenaikan. Jenis HDPE yang digunakan di lapangan, seperti warna hijau, merah, atau oranye, semuanya naik harganya,” kata Jerry.
Prediksi Kenaikan Biaya
APJATEL memproyeksikan kenaikan biaya pengembangan jaringan fiber optik hingga 15 hingga 17 persen dibandingkan kondisi normal. Meski demikian, Jerry menyatakan anggota organisasinya tetap berkomitmen, meski hasil mungkin lebih rendah dari target.
“Contohnya, target satu tahun untuk satu perusahaan adalah 50 kilometer, tetapi sekarang bisa jadi hanya 10 kilometer saja,” tutur Jerry.
Langkah untuk Menyelamatkan Program Fiberisasi
Jika kondisi semakin memburuk, APJATEL berencana mengajukan permohonan insentif dari pemerintah. “Kalau ekonomi mengalami blackout, maka kita tidak punya pilihan lain,” ujarnya.
“Kenaikan biaya ini pernah kita alami selama pandemi, saat itu juga meminta insentif ke Kominfo, tapi tidak menghilangkan kewajiban,” tambah Jerry.
