Program Terbaru: Kemenag DKI ungkap masalah yang kerap hambat calon haji

Kemenag DKI Jakarta Buka Masalah yang Menghambat Proses Calon Haji

Jakarta – Sejumlah hambatan sering dihadapi oleh peserta calon haji dari Indonesia yang menyebabkan penundaan pemberangkatan ke Arab Saudi. Masalah tersebut meliputi bawaan yang berlebihan serta penggunaan visa yang tidak sesuai, menurut pernyataan Sapta Putri, Kepala Bidang Pelayanan Haji dan Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kanwil Kemenag DKI Jakarta.

Barang Bawaan dan Penggunaan Visa Jadi Penyebab Utama

“Kami sudah menyampaikan melalui manasik agar jamaah tidak membawa barang berlebihan, seperti kompor, beras, atau pisau. Semua ini akhirnya tertahan di bandara dan memperlambat proses,” kata Sapta dalam siaran yang ditayangkan Jakarta, Kamis.

Sapta menambahkan, banyak jamaah membawa peralatan yang sebenarnya tidak diperlukan, seperti gunting, seterika, dan lainnya. Selain itu, penggunaan visa yang tidak tepat juga menjadi isu, terutama terkait rokok.

“Rokok juga sering menjadi hambatan. Kami telah mengingatkan bahwa maksimal dua slop, tetapi seringkali jumlahnya melebihi batas. Bahkan, ada yang dititipkan oleh perempuan,” ujar Sapta.

Penanganan Masalah dan Langkah Pemecahan

Sapta menjelaskan bahwa pihaknya sedang mengambil langkah untuk mengatasi kesulitan ini. Beberapa solusi yang diusulkan meliputi edukasi jamaah lebih intensif, pengawasan terhadap bawaan makanan, koordinasi dengan maskapai penerbangan, serta penempatan petugas di titik rawan.

Menurutnya, kebutuhan calon haji sudah tersedia di Tanah Suci. Untuk oleh-oleh, Kementerian Haji dan Umrah telah menyusun skema khusus yang melibatkan UMKM. “Semua perlengkapan, termasuk kurma dan makanan, telah disiapkan,” tutur Sapta.

Data Calon Haji DKI Jakarta Tahun 2026

Dilansir dari Sistem Informasi Kesehatan Jamaah Haji Indonesia (Siskohatkes) per 6 April 2026, jumlah total calon haji di DKI Jakarta mencapai 13.837 nomor porsi. Dari angka tersebut, sebanyak 7.970 orang adalah calon haji reguler, 5.645 calon khusus, 135 petugas, dan 87 orang kemungkinan akan menjadi calon haji tahun depan.

Distribusi usia dominan pada kelompok 51-60 tahun, yang mencakup 33 persen peserta. Sementara itu, calon haji yang berusia di atas 71 tahun hanya sekitar 5 persen. Dilihat dari jenis kelamin, perempuan menjadi mayoritas dengan 7.615 orang atau 56 persen, dibandingkan laki-laki sebanyak 6.000 orang (44 persen).