Agenda Utama: Ultimatum Trump ke Iran: Buka Selat Hormuz Dalam 48 Jam atau Hadapi ‘Neraka’
Ultimatum Trump ke Iran: Buka Selat Hormuz Dalam 48 Jam atau Hadapi ‘Neraka’
Donald Trump, presiden Amerika Serikat, memberikan ultimatum kepada Iran untuk segera membuka Selat Hormuz. Jika ancaman ini tidak direspons dalam waktu 48 jam, Trump mengancam akan membawa konsekuensi yang mengerikan bagi negara tersebut. Pernyataan ini dipublikasikan oleh Trump melalui akun Truth Social, seperti dilaporkan AFP pada hari Sabtu (4/4).
“Ingatlah ketika saya memberi Iran sepuluh hari untuk sepakat atau membuka Selat Hormuz,” tulis Trump. “Waktu semakin mendesak — hanya 48 jam tersisa sebelum neraka menghampiri mereka. Segala kemuliaan bagi Tuhan!”
Sebelumnya, pada 21 Maret, Trump pernah mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran. Menurut pernyataannya, tindakan tersebut akan dilakukan jika Selat Hormuz tidak dibuka dalam 48 jam. Namun, dua hari kemudian, ia menyatakan bahwa komunikasi sedang dilakukan dengan pihak Iran. Akibatnya, tenggat waktu untuk serangan diperpanjang selama lima hari. Perpanjangan ini membuat batas waktu berubah menjadi hari Selasa (7/4) pukul 00.00 waktu GMT.
Terhadap ultimatum terbaru, Komando Militer Pusat Iran memutuskan untuk tidak memberikan respons. Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi, dalam pernyataan dari Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, menilai ancaman Trump sebagai “tindakan yang tidak berdaya, gugup, tidak seimbang, dan bodoh.” Ia juga menyoroti penggunaan bahasa religius dalam pernyataan Trump.
“Makna sederhana dari pesan ini adalah bahwa pintu neraka akan terbuka untukmu,” kata Ali sebagai penekanan balik terhadap ancaman tersebut.
