Agenda Utama: Horor Macet di Gilimanuk Sebabkan Pemudik Meninggal, Gubernur Koster Minta Maaf

Macet di Gilimanuk Tewaskan Pemudik, Koster Mengaku Maaf

Kemacetan parah di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, mencuri perhatian masyarakat saat arus balik lebaran Hari Raya Idul Fitri bertepatan dengan tradisi Nyepi. Fenomena ini memicu kekacauan lalu lintas yang berdampak pada pengguna jasa transportasi. Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami warga saat berkendara.

Koster menjelaskan, Pemprov Bali telah mengambil langkah optimal untuk mengantisipasi antrean sejak awal. Langkah ini dilakukan melalui rapat koordinasi dengan Polda Bali, Pangdam IX Udayana, Dinas Perhubungan, serta lembaga terkait (Forkopimda). Setelah sesi koordinasi, Polda Bali memperketat pengaturan lalu lintas di jalur Gilimanuk-Mengwi dengan mendirikan posko.

“Saya sebagai Gubernur Bali memohon maaf atas kondisi kemacetan yang terjadi di Pelabuhan Gilimanuk,” ujar Koster. Ia menyatakan bahwa antrean panjang akibat penyeberangan ke Ketapang menjadi penyebab utama keterlambatan pengguna jasa.

Kemacetan terjadi sejak 15 Maret dan mencapai puncaknya pada 18 Maret, hari terakhir pembukaan pelabuhan sebelum dinonaktifkan 24 jam selama Nyepi. Antrean kendaraan sempat menyebabkan kemacetan hingga 35 kilometer. Akibatnya, seorang pemudik perempuan dari Jawa Tengah tewas setelah kelelahan akibat menunggu berjam-jam di jalur tersebut.

Pemudik itu berangkat sendirian menggunakan bus. Diketahui, volume kendaraan meningkat signifikan karena arus mudik dan Nyepi yang jatuh pada 19 Maret. Meski begitu, jalur Denpasar-Gilimanuk tetap lancar. Koster mengapresiasi kritik dan saran masyarakat, karena akan menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan pelayanan di masa depan.