Info Terbaru: AS Tuding Iran Mulai Tebar Ranjau di Selat Hormuz: Jalur Minyak Dunia Terancam

AS Tuding Iran Mulai Tebar Ranjau di Selat Hormuz: Jalur Minyak Dunia Terancam

13 Maret 2026

Amerika Serikat (AS) mengungkapkan dugaan bahwa Iran sedang memasang ranjau di Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama pengiriman minyak global. Tindakan ini dinilai berpotensi mengganggu kegiatan pelayaran internasional. Informasi intelijen yang dibocorkan seorang pejabat AS kepada New York Times menunjukkan bahwa Iran tengah menggerakkan kapal-kapal kecil untuk operasi tersebut.

Menurut laporan Anadolu, Jumat (13/3/2026), Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dikabarkan mengirimkan ratusan kapal guna menghambat pergerakan kapal-kapal besar, termasuk pesawat angkut militer AS. Militer AS mengklaim telah menetralisir 16 kapal Iran yang terlibat dalam pemasangan ranjau. Selain itu, Presiden AS Donald Trump memberi peringatan bahwa Iran akan menerima sanksi berat jika menghalangi aliran minyak.

“Pengaruh untuk memblokir Selat Hormuz harus terus dimanfaatkan,” kata pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei.

Iran sempat menutup Selat Hormuz setelah AS dan Israel melakukan serangan gabungan pada 28 Februari. Penutupan tersebut menyebabkan gangguan pada perdagangan internasional dan mendorong kenaikan harga minyak. Namun, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, membantah tudingan bahwa negara itu sedang menempatkan ranjau di wilayah tersebut.

AS juga menekankan bahwa ranjau di Selat Hormuz memengaruhi sekitar 25% dari konsumsi minyak dunia serta perdagangan LNG. Aktivitas Iran tetap menjadi fokus pengawasan militer dan lembaga intelijen AS, terutama karena kemungkinan ancaman terhadap keamanan laut global.