Program Terbaru: Iran Tegaskan Tak Tutup Selat Hormuz, Tuduh AS dan Israel Biang Kerok Masalah
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Buka, Tuduh AS dan Israel Picu Ketegangan
Teheran, iNews.id – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Selat Hormuz tidak ditutup dan arus navigasi kapal-kapal dagang tetap berjalan. Ia menegaskan bahwa penghambatan aliran minyak global melalui perairan strategis ini disebabkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel, bukan tindakan Iran.
Penjelasan dari Menlu Iran
“Penghambatan produksi dan pengiriman minyak bukan berasal dari pihak kami, tetapi akibat serangan serta agresi yang dilakukan Israel dan AS terhadap Iran,” ujar Araghchi kepada media AS, PBS, seperti dilaporkan Selasa (10/3/2026).
Menurut Araghchi, perairan Selat Hormuz masih aman untuk dilalui, meskipun kekhawatiran terhadap keamanan meningkat setelah serangan yang terjadi. Ia menekankan bahwa Iran tidak membatasi akses kapal tanker atau perdagangan dunia di wilayah tersebut.
Ancaman dari Trump
Selain itu, mantan Presiden AS, Donald Trump, menjanjikan tindakan lebih keras terhadap Iran jika pemblokadean Selat Hormuz terus berlangsung. Ia menyatakan bahwa Iran menjadi target utama dari operasi militer yang memengaruhi kestabilan jalur perdagangan internasional.
