Indonesia Minta AS-Israel Setop Serangan ke Iran – Tegaskan Ini
Indonesia Minta AS-Israel Setop Serangan ke Iran, Tegaskan Ini
Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah Indonesia mengeluarkan pernyataan resmi yang menyoroti kekhawatiran besar terhadap ketegangan di kawasan Timur Tengah yang semakin memuncak. Langkah ini diambil setelah mendapatkan laporan dari utusan RI di wilayah tersebut, yang menunjukkan peningkatan konflik bersenjata. Dalam pernyataan tersebut, pemerintah menyatakan dukungan untuk penegakan hukum internasional sebagai dasar dalam hubungan antarbangsa.
Angkat Suara Tegas kepada Negara-Negara Terlibat
Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di akun X Kementerian Luar Negeri, pemerintah menegaskan bahwa “Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap perluasan ketegangan di Timur Tengah dan dampaknya yang semakin mengkhawatirkan.” Untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, pihak RI menyerukan kepada Amerika Serikat dan Israel agar segera menghentikan serangan terhadap Iran. “Serta meminta Iran untuk berhenti menyerang negara-negara tetangga seperti Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Oman, Bahrain, Kuwait, dan Yordania,” tambah pernyataan itu.
“Indonesia menegaskan kembali kewajiban semua pihak untuk menerapkan prinsip hukum internasional, khususnya larangan penggunaan kekerasan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara,” ujar Kementerian Luar Negeri RI.
Upaya penyelesaian ini juga didasari komitmen Indonesia terhadap stabilisasi politik dan ekonomi global. Pemerintah menilai, penurunan ego militer dan kembali ke jalur negosiasi menjadi prioritas agar konflik tidak mencapai titik yang tidak terkendali. “Indonesia mendorong para pihak untuk menahan diri, meredakan ketegangan, serta memulai dialog melalui diplomasi,” tulis keterangan resmi.
Perhatikan Kepentingan Warga Negara Indonesia
Selain fokus pada deeskalasi global, pemerintah juga memastikan perlindungan warga negara Indonesia yang berada di kawasan konflik. “Keamanan WNI menjadi prioritas utama dalam situasi yang tidak pasti,” kata pernyataan pemerintah. Langkah kontingensi sudah disiapkan jika diperlukan untuk mengangkut warga negara dari negara-negara terlibat.
Langkah-langkah ini menegaskan posisi Indonesia sebagai penengah yang berupaya meminimalkan risiko kehancuran di kawasan Timur Tengah. Dengan memperkuat prinsip hukum internasional, pemerintah berharap konflik dapat diredam sebelum mengganggu keseimbangan dunia.
