Tiga Sekolah Rakyat di Papua Ditargetkan Selesai Maret 2027
Ayobantudonasi.com – Pemerintah menyiapkan pembangunan tiga Sekolah Rakyat di Papua sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut. Fasilitas pendidikan itu akan dibangun di Kota Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Biak Numfor, dengan sasaran penyelesaian pada Maret 2027.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menyampaikan rencana tersebut saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dalam kunjungan ke Sekolah Rakyat yang saat ini beroperasi di Balai Latihan Kerja Industri Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.
Keberadaan sekolah di BLKI Jayapura saat ini masih bersifat rintisan. Lokasi tersebut digunakan untuk menampung peserta didik sambil menunggu gedung Sekolah Rakyat permanen di Kota Jayapura selesai dibangun.
“Saat ini kami di tahun 2026 akan membangun Sekolah Rakyat di tiga daerah Papua yakni di Kabupaten Sarmi, Kota Jayapura, dan Kabupaten Biak Numfor,” katanya.
Gedung permanen untuk peserta didik di Jayapura
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Jayapura telah dimulai, meski progres fisiknya masih berada pada angka empat persen. Setelah fasilitas utama selesai, para peserta didik yang kini belajar di BLKI Jayapura direncanakan berpindah ke sekolah baru tersebut.
“Nanti setelah Sekolah Rakyat di Kota Jayapura telah dibangun, maka peserta didik yang ada di sini akan dipindahkan ke sekolah tersebut. Saat ini progres pembangunan Sekolah Rakyat Kota Jayapura baru empat persen,” ujarnya.
Pemindahan itu akan memberi peserta didik ruang belajar yang disiapkan secara khusus untuk kebutuhan pendidikan. Selama masa pembangunan, penyelenggaraan pendidikan di lokasi rintisan tetap menjadi bagian penting agar anak-anak tidak perlu menunggu gedung permanen tersedia untuk memulai proses belajar.
Target waktu yang sama diterapkan bagi tiga proyek di Papua. Artinya, pembangunan di Jayapura, Sarmi, dan Biak Numfor diharapkan berjalan seiring agar manfaat sarana pendidikan dapat dirasakan di beberapa kawasan Papua dalam periode yang berdekatan.
“Kami targetkan pembangunan Sekolah Rakyat di Papua, baik di Kota Jayapura, Kabupaten Sarmi dan Biak Numfor akan selesai pada Maret 2027,” kata Wamen Diana Kusumastuti.
Konsep pendidikan terintegrasi dari SD hingga SMA
Sekolah Rakyat yang direncanakan di tiga daerah itu tidak hanya diposisikan sebagai bangunan untuk satu jenjang pendidikan. Pemerintah menyiapkan konsep terintegrasi yang mencakup pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, disertai fasilitas pendukung dalam satu lingkungan.
Model tersebut diharapkan dapat membantu proses tumbuh kembang generasi muda Papua melalui layanan pendidikan yang lebih menyeluruh. Ketersediaan jenjang SD sampai SMA dalam satu sistem juga menjadi bagian dari rancangan untuk mendukung keberlanjutan pendidikan peserta didik.
“Sekolah Rakyat yang nanti kami bangun itu terintegrasi mulai dari jenjang SD hingga SMA dan seluruh fasilitas pendukung akan ada di dalamnya sehingga membantu tumbuh kembang generasi muda Papua secara baik,” ucap Wamen Diana.
Pendidikan menjadi unsur penting dalam penguatan kualitas SDM karena membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan sejak usia sekolah. Dalam konteks Papua, pembangunan sarana yang terintegrasi di Jayapura, Sarmi, dan Biak Numfor diharapkan menjadi dukungan nyata bagi kebutuhan pendidikan di daerah masing-masing.
Selain gedung sekolah, fasilitas pendukung yang direncanakan dalam kawasan tersebut akan menjadi bagian dari lingkungan belajar. Kehadiran sarana yang memadai penting untuk mendukung kegiatan pendidikan dari hari ke hari, sekaligus memberi ruang bagi peserta didik untuk menjalani masa sekolah dengan lebih baik.
Pendidikan rintisan tetap berjalan
Sebelum sekolah permanen siap digunakan, kegiatan belajar bagi peserta didik di Sekolah Rakyat Papua di BLKI Jayapura tetap menjadi perhatian. Diana berharap anak-anak yang telah mengikuti pendidikan di lokasi sementara itu dapat menempuh pembelajaran dengan baik dan berkembang menjadi generasi Indonesia yang berkualitas pada masa mendatang.
Program rintisan di Jayapura menunjukkan bahwa pembangunan fisik dan proses pendidikan dapat berjalan berdampingan. Anak-anak yang sudah mendapat tempat belajar tidak perlu menunggu proyek konstruksi rampung, sedangkan fasilitas permanen dipersiapkan untuk memberikan dukungan yang lebih lengkap pada tahap berikutnya.
Dengan target Maret 2027, pelaksanaan proyek di tiga wilayah Papua akan menjadi penanda penting bagi pengembangan Sekolah Rakyat di kawasan tersebut. Keberhasilan pembangunan tepat waktu akan menentukan kesiapan fasilitas untuk menerima peserta didik, termasuk mereka yang nantinya dipindahkan dari lokasi rintisan di BLKI Jayapura.
Rencana ini juga menegaskan bahwa penguatan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar di kelas, melainkan juga dengan kesiapan ruang, fasilitas, dan lingkungan yang mendukung perjalanan peserta didik dari tingkat dasar hingga menengah. Bagi anak-anak Papua, sekolah yang dirancang secara terintegrasi diharapkan dapat menjadi tempat untuk belajar, bertumbuh, dan menyiapkan masa depan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Wamen PU?
Wamen PU is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Wamen PU matter?
Wamen PU matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

