Warta Bumi

Pemkab Bogor bangun embung darurat percepat penanganan api TPAS Galuga

1003415806

Embung Darurat Dikerahkan untuk Menjangkau Api di TPAS Galuga

Ayobantudonasi.com – Pemerintah Kabupaten Bogor membangun beberapa embung darurat di area Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Cibungbulang, Jawa Barat, guna mempercepat suplai air ke lokasi kebakaran yang sulit dicapai kendaraan pemadam. Langkah ini menjadi bagian penting dari penanganan kebakaran yang telah berlangsung sejak 7 September 2026.

Kendala utama di lapangan berada pada titik api di sisi timur kawasan. Jalur menuju area tersebut tidak memungkinkan dilalui mobil pemadam kebakaran, bahkan kendaraan roda dua pun tidak dapat masuk ke sejumlah bagian TPAS. Petugas harus mengandalkan perjalanan kaki dan alat berat untuk mencapai lokasi yang berada di medan sulit.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa embung sederhana itu dibuat di bagian tengah TPAS Galuga agar sumber air dapat ditempatkan lebih dekat dengan lokasi pemadaman. Setiap embung memiliki kedalaman sekitar satu hingga dua meter serta menggunakan lapisan terpal.

“Hari ini kami mendekatkan sumber air. Di tengah-tengah TPAS Galuga kami membuat beberapa embung sederhana dengan kedalaman sekitar satu hingga dua meter menggunakan terpal,” katanya.

Air Dipompa Bertahap hingga Titik Kebakaran

Skema distribusi air dilakukan secara berantai. Air mula-mula ditarik dari sumber awal yang berjarak sekitar satu sampai dua kilometer. Selanjutnya, air dipompa menuju embung kedua, lalu diteruskan lagi ke embung ketiga menggunakan mesin pompa alkon.

Dengan metode tersebut, pasokan air tidak lagi bergantung sepenuhnya pada posisi kendaraan pemadam. Embung berfungsi sebagai titik penampungan sementara yang membantu petugas membawa air lebih jauh ke area kebakaran. Sistem ini juga memungkinkan operasi pemadaman tetap berjalan di bagian TPAS yang aksesnya terbatas.

“Pemadaman di titik wilayah timur tidak menggunakan mobil damkar, tetapi dari beberapa embung yang kami bentuk menggunakan mesin alkon dan alat berat,” ujarnya.

TPAS Galuga memiliki luas lebih dari 40 hektare. Luas kawasan dan kondisi medan membuat penanganan api membutuhkan pengaturan yang berbeda pada setiap zona. Area yang mudah diakses dapat dijangkau kendaraan pemadam, sementara lokasi terpencil memerlukan dukungan pompa, alat berat, serta personel yang bergerak langsung ke titik api.

Area Terdampak Menyusut Setelah Pemadaman dan Pendinginan

Kebakaran di TPAS Galuga telah memasuki hari kedelapan. Pada tahap awal, luas area terdampak tercatat sekitar 5,5 hektare. Angka tersebut sempat bertambah menjadi 8,4 hektare pada 8 September 2026 sebelum proses pemadaman dan pendinginan terus dilakukan.

Penanganan di bagian selatan yang berada dalam pengelolaan Pemkab Bogor telah dinyatakan selesai. Saat ini, pekerjaan pemadaman masih difokuskan pada sekitar 1,4 hektare di bagian utara dan sekitar 1.000 meter persegi di sisi timur. Kedua area tersebut memerlukan perhatian khusus karena kondisi lapangan dan akses menuju lokasi.

Pendinginan menjadi tahap yang tidak kalah penting setelah api utama berhasil dikendalikan. Proses ini dilakukan untuk menekan kemungkinan bara kembali menyala, terutama pada area timbunan sampah yang dapat menyimpan panas di bawah permukaan. Karena itu, penanganan tidak hanya berorientasi pada api yang terlihat, melainkan juga pada titik-titik yang berpotensi memunculkan kebakaran ulang.

Tim Gabungan Bekerja Tiga Shift Selama 24 Jam

Upaya pengendalian kebakaran melibatkan unsur lintas instansi. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, PMI, Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, serta unsur lain bekerja bersama di kawasan TPAS Galuga.

Petugas menjalankan operasi selama 24 jam dengan pembagian tiga shift. Setiap personel bekerja sekitar tujuh hingga delapan jam. Pola ini diterapkan agar kondisi fisik anggota tetap terjaga dalam pekerjaan yang membutuhkan tenaga besar, terutama ketika membawa peralatan dan menjangkau titik kebakaran di area yang tidak bisa dilalui kendaraan.

Pengaturan shift juga membantu memastikan kegiatan pemadaman, pemompaan air, pengawasan embung, penggunaan alat berat, serta pendinginan dapat berlangsung tanpa jeda. Dalam situasi kebakaran di kawasan luas, kesinambungan kerja menjadi faktor penting agar titik api yang sudah melemah tidak kembali membesar.

Patroli Dilakukan di Sekitar Lahan Pertanian

Selain memusatkan perhatian di dalam TPAS, Pemkab Bogor menyiagakan tim patroli di sekitar kawasan pertanian. Patroli ditujukan untuk mendeteksi kemungkinan kemunculan titik api baru di area sekitar lokasi kebakaran.

Pengawasan tersebut melengkapi upaya pemadaman yang sedang berjalan. Dengan area TPAS yang luas dan sebaran titik penanganan di utara maupun timur, pemantauan lingkungan sekitar diperlukan agar respons dapat dilakukan lebih cepat apabila muncul kondisi yang memerlukan tindakan lanjutan.

Pemkab Bogor menargetkan penanganan kebakaran di TPAS Galuga dapat dituntaskan sebelum 17 September 2026. Pembangunan embung darurat, distribusi air menggunakan pompa alkon, pengerahan alat berat, serta kerja bergiliran tim gabungan menjadi langkah utama untuk mencapai target tersebut.

Keberadaan embung sementara menunjukkan pentingnya penyesuaian strategi terhadap kondisi lapangan. Ketika kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau sumber api secara langsung, air tetap harus dialirkan sedekat mungkin agar proses pemadaman dan pendinginan dapat diteruskan secara efektif di seluruh bagian kawasan yang terdampak.

Frequently Asked Questions

What is Pemkab Bogor bangun embung darurat percepat?

Pemkab Bogor bangun embung darurat percepat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pemkab Bogor bangun embung darurat percepat matter?

Pemkab Bogor bangun embung darurat percepat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.