La Viola Putuskan Kembali ke Pangkuan Vanoli Setelah Tiga Pekan Neraka di Serie A
Ayobantudonasi.com – Florentina Calcio tidak butuh waktu lama untuk merespons krisis yang menghantam ruang ganti mereka. Hanya sehari setelah Fabio Grosso dipecat dari kursi kepelatihan, klub asal Florence itu mengumumkan bahwa Paolo Vanoli akan kembali memimpin skuad utama. Keputusan ini diambil pada Senin (7/9) dan langsung dieksekusi tanpa jeda — Vanoli dijadwalkan memimpin sesi latihan pertamanya bersama para pemain pada sore hari yang sama.
“ACF Fiorentina mengumumkan bahwa Paolo Vanoli telah ditunjuk sebagai pelatih kepala tim utama.”
Pernyataan resmi tersebut juga menegaskan bahwa Vanoli menerima tawaran itu secara langsung dan tanpa keraguan. Bagi klub yang tengah terjerembab di dasar klasemen Serie A, kecepatan respons ini menjadi satu-satunya hal positif yang bisa dipetik dari pekan-pekan awal musim yang penuh kekecewaan.
Tiga Pekan, Tiga Kekalahan, dan Sembilan Gol yang Masuk Jaring
Grosso hanya bertahan selama tiga pertandingan sebelum akhirnya diberhentikan. Angka itu mungkin terdengar singkat, tetapi dampaknya terhadap posisi Fiorentina di tabel klasemen sangat destruktif. La Viola menelan tiga kekalahan beruntun tanpa mampu mencetak satu gol pun ke gawang lawan — sebuah catatan yang jarang terjadi di level tertinggi sepak bola Italia.
Rincian kekalahan tersebut menggambarkan skala bencana yang dihadapi tim. Fiorentina dibantai AS Roma dengan skor 0-4, kemudian kalah 0-3 dari Frosinone — tim yang baru promosi ke Serie A musim ini — di kandang sendiri, sebelum akhirnya takluk 1-2 dari Torino. Total sembilan gol kebobolan dalam tiga laga membuat lini belakang La Viola menjadi sorotan tajam para pengamat dan suporter.
Yang membuat situasi semakin ironis adalah konteks penunjukan Grosso sendiri. Ia diangkat pada Juni 2026 sebagai penerus Vanoli, dengan harapan membawa stabilitas setelah musim 2025/2026 yang menyiksa. Namun ekspektasi itu tidak pernah terwujud. Justru di bawah asuhannya, performa tim anjlok ke titik terendah dalam beberapa musim terakhir.
Jejak Vanoli: Dari November 2025 hingga Akhir Musim
Sebelum meninggalkan klub pada akhir musim 2025/2026, Vanoli memiliki rekam jejak yang cukup signifikan di Fiorentina. Ia pertama kali mengambil alih kendali tim pada November 2025, ketika La Viola sedang bergelut di dekat zona degradasi sepanjang paruh kedua musim. Di bawah kepemimpinannya, performa skuad mengalami perbaikan bertahap hingga akhirnya tim berhasil menjauh dari ancaman degradasi dan finis di posisi ke-15 klasemen akhir.
Perbaikan itu, meskipun tidak spektakuler, dianggap cukup untuk menyelamatkan musim Fiorentina dari kehancuran penuh. Namun manajemen klub saat itu memilih tidak memperpanjang kontraknya dan justru menunjuk Grosso sebagai pengganti — sebuah keputusan yang kini terbukti menjadi kesalahan fatal.
Konteks Lebih Luas: Musim yang Belum Berakhir
Penunjukan kembali Vanoli bukan sekadar pergantian pelatih biasa. Ia membawa memori kolektif dari skuad yang sudah pernah bekerja di bawah metodenya. Para pemain mengenal ritme latihan, ekspektasi taktis, dan standar disiplin yang ia terapkan. Dalam situasi di mana kepercayaan diri tim hancur total setelah tiga kekalahan tanpa gol, faktor familiaritas ini bisa menjadi katalis pemulihan yang lebih cepat dibanding mendatangkan pelatih asing yang harus membangun hubungan dari nol.
Di sisi lain, tantangan yang menanti Vanoli kali ini jauh lebih berat. Musim lalu, ia mengambil alih tim yang sudah terlanjur terpuruk dan hanya perlu mencegah degradasi. Kini, ia harus membangun identitas kompetitif dari dasar klasemen Serie A — posisi yang secara matematis masih memungkinkan pemulihan, tetapi secara psikologis sangat berat bagi skuad yang baru saja mengalami tiga pekan tanpa satu pun gol yang dicetak.
Frosinone, sebagai tim promosi, seharusnya menjadi lawan yang bisa ditaklukkan oleh skuad sekelas Fiorentina. Kekalahan 0-3 di kandang sendiri bukan sekadar hasil buruk; ia mengungkap keretakan struktural dalam cara tim menyerang dan bertahan. Vanoli kini dihadapkan pada tugas mendesak: memperbaiki mekanisme ofensif yang lumpuh total sekaligus menambal kebocoran di lini belakang yang kebobolan rata-rata tiga gol per pertandingan.
Bagi suporter Fiorentina yang sudah kehilangan kesabaran, kembalinya Vanoli setidaknya menawarkan satu hal yang tidak dimiliki era Grosso: pengalaman langsung dengan skuad ini dan pemahaman tentang apa yang berhasil serta apa yang gagal di musim sebelumnya. Apakah itu cukup untuk mengubah narasi dari degradasi menuju persaingan? Jawabannya akan mulai tergambar dari sesi latihan sore hari Senin itu — dan dari pertandingan berikutnya di Serie A.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Fiorentina kembali tunjuk Paolo Vanoli?
Fiorentina kembali tunjuk Paolo Vanoli is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Fiorentina kembali tunjuk Paolo Vanoli matter?
Fiorentina kembali tunjuk Paolo Vanoli matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

