SAR gabungan sisir Pulau Sabalana cari 16 korban KM Nurul Salsa
Operasi Pencarian Hari Kedelapan: SAR Gabungan Fokus di Sekitar Pulau Sabalana
Ayobantudonasi.com – Pencarian terhadap enam belas orang penumpang yang hilang setelah tenggelamnya Kapal Motor (KM) Nurul Salsa memasuki hari kedelapan. Tim SAR gabungan saat ini sedang menyisir perairan di sekitar Pulau Sabalana yang terletak di Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan atau biasa disingkat Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan. Lokasi ini dipilih karena merupakan area yang diperkirakan menjadi jalur pergerakan korban berdasarkan analisis pergerakan arus laut serta evaluasi menyeluruh terhadap operasi-operasi yang telah dilakukan sebelumnya.
Kepala Seksi dan Operasi Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa fokus pencarian saat ini diarahkan ke wilayah Kepulauan Sabalana. Menurutnya, area operasi telah dibagi menjadi dua sektor utama untuk memaksimalkan efisiensi pencarian. Sektor pertama ditangani oleh Tim Search and Rescue Unit (SRU) yang menggunakan KN SAR Pacitan bersama dengan Rigid Inflatable Boat (RIB). Tim ini bertugas menyisir bagian timur Kepulauan Sabalana, khususnya pada pulau-pulau kecil yang tidak berpenghuni. Sementara itu, sektor barat Kepulauan Sabalana disisir oleh SRU kedua yang menggunakan KLM Mattoangin.
Pencarian difokuskan di wilayah Kepulauan Sabalana yang diperkirakan menjadi area pergerakan korban berdasarkan analisis arus laut dan evaluasi operasi sebelumnya.
Statistik Korban dan Kendala Operasi
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun, total terdapat tujuh puluh delapan orang yang berada di atas kapal saat kejadian. Dari jumlah tersebut, lima puluh sembilan orang telah dinyatakan selamat dan tiga orang lainnya telah ditemukan meninggal dunia. Sementara itu, enam belas orang masih dalam status hilang dan menjadi fokus utama pencarian. Dua jenazah yang ditemukan mengapung di permukaan air kemarin telah dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara dan ditempatkan di Ruangan Bidang Kedokteran dan Kesehatan atau Biddokes. Salah satu jenazah tersebut belum teridentifikasi identitasnya, sedangkan jenazah lainnya telah dikonfirmasi sebagai penumpang KM Nurul Salsa.
Andi Sultan menambahkan bahwa proses identifikasi jenazah masih berlangsung. Satu jenazah masih menunggu konfirmasi apakah ia merupakan salah satu penumpang kapal yang tenggelam. Tim DVI atau Disaster Victim Identification masih mengumpulkan informasi untuk memastikan identitas korban tersebut.
Satu jenazah masih belum dapat dipastikan apakah ia adalah salah satu dari penumpang KM Nurul Salsa, kami masih menunggu info dari tim DVI (Disaster Victim Identification).
Kendala utama yang dihadapi tim SAR saat ini adalah kondisi gelombang tinggi di sekitar Kepulauan Sabalana. Kondisi cuaca ini menyebabkan pergerakan personel dan alutsista harus dilakukan dengan lebih hati-hati. Namun, intensitas pencarian tidak berkurang. Andi Sultan menegaskan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan operasi. Tim SAR melakukan penyesuaian pola operasi di lapangan agar pencarian tetap berjalan efektif dan aman meskipun menghadapi tantangan cuaca.
Perluasan Area Pencarian ke NTB
Tim SAR gabungan juga memperluas cakupan perhatian ke arah perairan Nusa Tenggara Barat atau NTB. Langkah strategis ini diambil berdasarkan hasil analisis pergerakan arus laut yang menunjukkan kecenderungan objek hanyut bergerak menuju wilayah tersebut. Tim SAR terus memantau jalur perairan yang mengarah ke NTB dengan berkoordinasi intensif bersama seluruh unsur SAR terkait di wilayah tersebut.
Berdasarkan analisis data arus laut yang kami gunakan sebagai acuan operasi, terdapat potensi objek hanyut bergerak ke arah perairan NTB. Pencarian terus kami laksanakan dan memantau jalur perairan mengarah ke wilayah NTB dengan berkoordinasi bersama seluruh unsur SAR terkait.
Pihak Basarnas Makassar mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan yang beraktivitas di sekitar Kepulauan Sabalana hingga perairan yang berbatasan dengan NTB, untuk segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun benda yang diduga berkaitan dengan KM Nurul Salsa. Basarnas Makassar juga menegaskan bahwa seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian selama masa perpanjangan operasi. Personel, kapal SAR, serta potensi SAR lainnya yang masih berada di lokasi kejadian dikerahkan secara maksimal. Evaluasi pencarian dilakukan setiap hari berdasarkan perkembangan di lapangan, kondisi cuaca, serta analisis arus laut untuk meningkatkan efektivitas operasi secara keseluruhan.
KM Nurul Salsa berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu, 15 Juli, sekitar pukul 05.00 Wita. Kapal tersebut membawa total tujuh puluh delapan penumpang. Selama perjalanan, kapal mengalami gangguan mesin di tengah perairan barat Pulau Polassi atau sekitar empat puluh tiga mil laut dari Pelabuhan Benteng Selayar. Akibat gangguan tersebut, kapal akhirnya tenggelam dan memicu operasi pencarian besar-besaran yang masih berlangsung hingga saat ini.
