Afgan sempat kehilangan suara dua pekan sebelum konser

Afgan Hadapi Tantangan Kesehatan Sebelum Konser Retrospektif

Afgan sempat kehilangan suara dua pekan sebelum konser tunggal bertajuk “Retrospektif: The Concert” yang digelar di Jakarta. Penyanyi ternama ini berbagi pengalaman menarik mengenai kondisi kesehatan yang dialaminya tepat sebelum tampil di hadapan para penggemarnya. Acara yang berlangsung pada hari Sabtu, tanggal 18 Juli tersebut menjadi momen spesial bagi sang penyanyi untuk kembali ke panggung. Namun, ada cerita menarik di balik layar yang harus dihadapi oleh Afgan saat itu.

Perjuangan Mengatasi Kehilangan Suara

Afgan mengungkapkan secara jujur bahwa dirinya sempat mengalami masalah serius dengan suaranya. Tepat dua minggu sebelum hari-H konser, penyanyi ini tidak mampu berbicara dengan normal. Kondisi tersebut membuat sang penyanyi merasa khawatir, mengingat konser merupakan momen penting dalam kariernya. Menurut penjelasan Afgan, masalah kesehatan ini tidak datang dari satu sumber saja.

Penyanyi tersebut mengalami gangguan lambung dan sinusitis secara bersamaan. Kombinasi kedua kondisi tersebut menciptakan situasi yang cukup menantang bagi Afgan. Ia menggambarkan kondisi ini dengan cara yang unik, yaitu suara diserang dari dua arah berbeda.

“Jadi, suara saya diserang dari bawah dan atas,” katanya.

Afgan juga menyampaikan sisi spiritual dari pengalamannya. Ia melihat kondisi ini sebagai cobaan yang diberikan Tuhan untuk mengajarkan pelajaran berharga. Bagi sang penyanyi, ini adalah momen untuk semakin percaya bahwa segala sesuatu akan berjalan dengan baik pada akhirnya.

“Tapi, benar-benar Allah memberikan saya cobaan ini karena Allah ingin saya belajar untuk percaya bahwa semua akan baik-baik saja,” ia menambahkan.

Proses Pemulihan dan Dukungan Keluarga

Kabar baik datang pada hari Rabu, tanggal 16 Juli, ketika kondisi kesehatan Afgan mulai menunjukkan perbaikan. Salah satu faktor yang membantu proses pemulihan adalah dukungan dari orang tuanya. Kedua orang tua Afgan berprofesi sebagai dokter, sehingga mereka mampu memberikan penanganan yang tepat untuk kondisi sang anak. Meskipun kondisinya belum sepenuhnya pulih, Afgan berkomitmen untuk memberikan performa terbaiknya di panggung.

Ia menyadari bahwa mungkin tidak akan tampil sempurna, namun ia akan memberikan segalanya untuk para penonton yang telah menantikan konser tersebut.

“Mungkin malam ini saya enggak perfect (sempurna), tapi akan memberikan 100 juta persen dari diri saya,” katanya, disambut tepuk tangan dari para penonton.

Penampilan Musikal dan Perayaan Karier

Setelah berbagi cerita tentang tantangan kesehatan yang dihadapinya, Afgan melanjutkan konser dengan melantunkan lagu berjudul “Masa Iya?”. Lagu ini merupakan salah satu trek dari album ketujuhnya yang juga bertajuk “Retrospektif”. Penciptaan lagu ini melibatkan kolaborasi dengan Rendy Pandugo dan Kamga, menghasilkan karya yang menyentuh hati banyak pendengar.

Lagu tersebut menceritakan tentang seseorang yang merasa perasaannya telah berakhir, namun ternyata masih ada harapan dan perasaan yang tersisa. Tema ini menjadi bagian dari konsep keseluruhan konser yang dirancang untuk merefleksikan perjalanan hidup dan karier Afgan. “Retrospektif: The Concert” memiliki makna khusus karena menandai pencapaian 18 tahun dalam perjalanan karier Afgan di industri musik Indonesia.

Konser ini tidak hanya menampilkan musik, tetapi juga memadukan elemen cerita dan karya visual untuk menciptakan pengalaman yang lebih mendalam bagi para penggemar. Untuk mempercantik penampilan, Afgan didukung oleh Erwin Gutawa Orchestra dan Paduan Suara Paragita. Kolaborasi dengan orkestra dan paduan suara ini memberikan dimensi baru pada setiap lagu yang dibawakan, menciptakan suasana yang megah dan penuh emosi di setiap momen konser.